Episode Description
“Kemampuannya untuk mengembangkan energi sosial yang dimilikinya telah mampu memberi spirit bagi gerakan hak asasi manusia di Indonesia. Keberaniannya untuk menghadapi berbagai risiko dari sikap dan pilihan politik yang diambil, banyak memberikan inspirasi kepada siapa pun untuk pantang surut menghadapi kelelahan dan kezaliman yang dilakukan secara sistematis...”
Testamen Munir Episode 15 menampilkan obituari karya Bambang Widjojanto (Aktivis, Pengacara, Mantan Komisioner KPK) berjudul “Elegi untuk Munir”. Menceritakan persinggungan antara Bambang Widjojanto dengan Munir semasa hidup. Sebagai rekan sesama aktivis HAM, Bambang Widjojanto mengenal baik sosok Munir. Perjalanan karir Munir yang dikenal sebagai tokoh HAM internasional merupakan ikhtiar panjang. Di bangku kuliah, Munir aktif terlibat di berbagai organisasi, seperti Badan Perwakilan Mahasiswa, Senat Mahasiswa, lalu pasca-universitas Munir memilih Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk menjadi persinggahan selanjutnya. Kecintaan Munir pada keadilan dan hak asasi manusia menuntunnya sampai di puncak karir. “Pendeknya, kemampuannya untuk mengembangkan energi sosial yang dimilikinya telah mampu memberi spirit bagi gerakan hak asasi manusia di Indonesia.” kenang Bambang Widjojanto pada obituari yang dituliskannya untuk Munir.
Memperingati #16TahunPembunuhanMunir, obituari karya Bambang Widjojanto dibacakan oleh Roy Murtadho (Pendiri Media Islam Progresif, Islam Bergerak dan Pesantren Ekologis Misykat Al-Anwar).
Testamen Munir Episode 15 menampilkan obituari karya Bambang Widjojanto (Aktivis, Pengacara, Mantan Komisioner KPK) berjudul “Elegi untuk Munir”. Menceritakan persinggungan antara Bambang Widjojanto dengan Munir semasa hidup. Sebagai rekan sesama aktivis HAM, Bambang Widjojanto mengenal baik sosok Munir. Perjalanan karir Munir yang dikenal sebagai tokoh HAM internasional merupakan ikhtiar panjang. Di bangku kuliah, Munir aktif terlibat di berbagai organisasi, seperti Badan Perwakilan Mahasiswa, Senat Mahasiswa, lalu pasca-universitas Munir memilih Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk menjadi persinggahan selanjutnya. Kecintaan Munir pada keadilan dan hak asasi manusia menuntunnya sampai di puncak karir. “Pendeknya, kemampuannya untuk mengembangkan energi sosial yang dimilikinya telah mampu memberi spirit bagi gerakan hak asasi manusia di Indonesia.” kenang Bambang Widjojanto pada obituari yang dituliskannya untuk Munir.
Memperingati #16TahunPembunuhanMunir, obituari karya Bambang Widjojanto dibacakan oleh Roy Murtadho (Pendiri Media Islam Progresif, Islam Bergerak dan Pesantren Ekologis Misykat Al-Anwar).